Liga Voli Korea – 1 Kelemahan yang Sebabkan Tertinggal dari Red Sparks, Pelatih Harapkan Kinerja Setter Thailand

Diposting pada

Roda Berita – Mereka sukses memetik kemenangan saat bertandang ke markas Korea Gimcheon Expressway Hi-Pass pada Rabu (7/2/2024).

IBK Altos meraih tiga poin sempurna dengan kemenangan tiga set langsung lewat skor 25-20, 26-24, 25-18.

Hasil tersebut kembali membuka asa mereka untuk mengejar Daejeon JungKwanJang Red Sparks yang berada di posisi keempat dalam persaingan untuk tiket ekstra ke babak play-off.

Kedua tim kini terpaut lima poin dengan jumlah pertandingan yang sama dan masih menyisakan 10 pertandingan lagi pada babak reguler.

Pelatih IBK Altos, Kim Ho-chul mengakui anak asuhnya memiliki kekurangan yang membuat penampilan mereka merosot sepanjang putaran keempat.

IBK Altos takluk dalam sejumlah laga krusial, termasuk dua kekalahan beruntun dari Red Sparks yang merupakan rival terdekat.

Dua kekalahan beruntun dari tim yang diperkuat opposite Indonesia, Megawati Hangestri Pertiwi itu membuat mereka makin jauh dari zona play-off.

Kim Ho-chul menyebut receive atau penerimaan bola pertama sebagai kekurangan dari timnya.

“Tidak peduli apa yang dikatakan orang, kartu as tim kami adalah Brittany Abercrombie, tetapi kami harus memikirkan apakah tepat untuk mengumpan bola di pemain lain pada situasi kritis.”

“Kami bukan tim dengan receive yang baik, jadi kami mempertimbangkan tentang bagaimana cara memanfaatkan blocker tengah dalam situasi penerimaan yang buruk.”

“Hasilnya adalah untuk mencoba menaikkan bola ke tengah dengan sebuah serangan terbuka dan perbedaan timing antar-pemain,” ujar pelatih yang dikenal ekspresif di pinggir lapangan ini.

Dengan begitu, pelatih mengharapkan kinerja setter timnas voli Thailand, Guedpard Pornpun dalam melakukan lemparan.

Menjadi penentu arah serangan, setter memiliki peran krusial yang secara tidak langsung sebagai motor agar serangan tim lebih efektif.

“Pornpun ingin melakukan lemparan dengan cepat. Saya pikir karena ini adalah pola serangan yang belum pernah ia coba sebelumnya,” ucap Kim Ho-chul.

“Saya mengintruksikan untuk melambungkannya lebih tinggi secara perlahan, tetapi bolanya masih kurang luwes karena dia tidak terbiasa.”

Kim Ho-chul lagi-lagi merasa bahwa kendala ini masih seputar proses adaptasi.

Pornpun harus melewatkan masa pramusim karena memperkuat timnas Thailand dalam Asian Games Hangzhou 2022 pada awal Oktober lalu di mana mereka meraih perunggu.

“Pornpun membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan bola voli Korea,” ujar Kim.

“Terkadang umpan yang mengarah ke sisi kiri terlalu cepat bagi para penyerang dan terkadang mereka tidak memanfaatkannya dengan baik.”

“Akan tetapi, kali ini kami sudah bagus secara keseluruhan kecepatan dan akurasi. Jadi para penyerang mampu memukul dengan baik.”

“Jika kami bermain seperti ini, kami bisa melakukan distribusi serangan di kedua sisi sehingga menyebabkan kebingungan di lini pertahanan lawan,” katanya.

Maka dari itu, pelatih sangat mengharapkan penampilan konsisten dari setter berpengalaman berusia 30 tahun itu.

“Kami harus memanfaatkan kekuatan terbaik Pornpun dan menggunakannya untuk tim kami. Para penyerang harus menyelesaikan masalah ini,” lanjutnya.

“Saya meminta Hwang Min-kyung dan Pyo Seung-ju untuk menyelesaikan serangan dengan baik, bahkan jika umpannya adalah bola-bola rendah.”

“Saya ingin mereka memukul bola dengan keras meskipun mereka melakukan kesalahan, tetapi untungnya skornya bagus,” ujar pelatih IBK Altos.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *